Jumat, 26 Desember 2014

Contoh Pragraf Deduktif, Induktif dan Deduktif - Induktif

Contoh Pragraf Deduktif, Induktif dan Deduktif - Induktif

Pengertian Paragraf Deduktif, Contoh Paragraf Deduktif
                  Paragraf adalah bagian suatu karangan yang mengandung satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas.
Pengertian paragraf deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat kalimat penjelas.
Contoh paragraf deduktif :
   Pemuda warga desa Tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk duduk di pinggir jalan pada saat jam jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi orang tua dan memberi pengertian pentingnya belajar bagi anak anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul - kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan dan diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul18.00 sampai pukul 20.00.
Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah kalimat yang pertama  yaitu , Pemuda warga desa tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib.


Pengertian Paragraf Induktif
       Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
       Ciri-ciri paragraf induktif dapat diketahui dengan melihat atau membuat sebuah paragraf. Apabila dalam paragraf itu mula-mula menyebutkan peristiwa khusus dan diakhiri dengan kesimpulan berdasar peristiwa khusus tersebut, maka bisa dipastikan anda sedang membaca atau membuat paragraf induktif.



Ciri-ciri Paragraf Induktif
*Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
*Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
*Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
*Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
*Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
*Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
*Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
*Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

Jenis Paragraf Induktif :

*Generalisasi
*Analogi
*Klasifikasi
*Perbandingan
*Sebab akibat (terbagi menjadi tiga jenis)
*Sebab akibat
*Akibat sebab
*Sebab akibat 1 akibat 2



Paragraf Deduktif - Induktif
    Paragraf deduktif - induktif adalah paragraf yang dimulai dari pernyataan yang bersifat umum disusul dengan pernyataan yang bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Letak kalimat utama paragraf ini ada di awal dan akhir paragraf. Pola paragraf ini adalah umum - khusus - umum. Kalimat utama yang ada di akhir paragraf bersifat penegasan kembali dengan susunan yang agak berbeda.

Berikut ini adalah contoh-contoh paragraf deduktif - induktif :

 Contoh 1

      Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingginya kolesterol merupakan faktor resiko yang paling besar seseorang untuk menderita penyakit jantung kororner. Sebenarnya banyak faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kolesterol, tetapi yang dianggap paling besar perannya dalam masalah tersebut adalah tingginya konsumsi lemak serta kandungan konsumsi asam lemaknya. Dalam hal ini, minyak goreng merupakan sumber utama lemak yang tidak baik. Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.

http://www.uklis.net/2013/10/pengertian-dan-contoh-paragraf-deduktif.html
http://kafeilmu.com/pengertian-paragraf-induktif-jenis-ciri-ciri-dan-contoh/
http://carapedia.com/paragraf_deduktif_induktif_info700.html

Surat Udangan Seminar

Depok, 20 November 2014

Nomor          : 2104/UG/IX/2014
Lampiran       : -
Perihal           : Surat Undangan Seminar

Yth.
Bapak/Ibu Dosen Universitas Gunadarma
Di Tempat.


Dengan hormat,

Sehubungan dengan akan di adakannya acara seminar nasional yang akan dilaksanakan di Universitas Gunadarma  dengan bertemakan “Uni Kolaburasi antara Perguruan Tinggi dan Industri dalam meningkatkan daya saing lulusan”.

Maka dengan datangnya surat ini, kami mengundang kepada seluruh Dosen  Universitas Gunadarma guna mengikuti rapat seminar  nasional dengan tema sebagaimana tersebut pada pokok surat undangan yang rencananya akan  diselenggarakan pada :

Hari/tanggal               : Selasa, 25 November 2014
Waktu                       : 09.00 WIB
Tempat                      : Auditorium Universitas Gunadarma, Gedung 4, lt. 6. Depok

Mengingat pentingnya seminar tersebut, maka kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu hadir tepat pada waktunya. Demikian surat undangan ini kami buat, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,   Mengetahui,



Muhammad Amin Fauzan                                   Prof.Dr.E.S Margianti, S.E,MM



(Ketua Panitia)                                                          (Rektor Univ.Gunadarma)

Jumat, 21 November 2014

Wacana Bahasa Indonesia ilmiah,semi ilmiah dan non ilmiah

Wacana Bahasa Indonesia ilmiah,semi ilmiah dan non ilmiah

Wacana Ilmiah
        Wacana Ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan, yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis    yang formal dengan sistematis-metodis dan sintesis-analitis.
Dalam tataran ilmiah, bahasa Indonesia sangat wajib diperlukan terutama dalam penulisan karya ilmiah, sehingga bahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar pemahaman bahasa dalam satu paragraph ke paragraph lainnya dapat dimengerti.
Bahasa indonesia yang baik seharusnya sudah di tanamkan sejak dini, agar anak-anak dapat berbahasa dengan baik dan sopan. Sekarang ini kebanyakan bahasa telah mulai dipersalahgunakan oleh banyak orang, yang menggunakan bahasa tersebut tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan kerancuan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, sebaiknya sejak dini kita harus membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga pemanfaatan bahasa dapat di rasakan dengan baik oleh semua pihak.

Wacana Semi Ilmiah
       Wacana semi-ilmiah adalah tulisan yang berisi informasi faktual, yang diungkapkan dengan bahasa semiformal, tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering “dibumbui” dengan opini pengarang yang kadang-kadang subjektif.
Contoh bahasa dalam tataran semi ilmiah
KabarIndonesia – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melaui dinas pekerjaan umumnya (DPU) terus mempermulus jalan-jalan trans propinsi yang ada dikabupaten Tanah Bumbu itu. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya tersebut, sangat terasa manfaatnya oleh masyarakat.
“Khususnya para pengguna jalan trans provinsi, baik yang dari Banjarmasin menuju Batulicin dan Kotabaru,” kata Fadli MHM, yang kesaharian sebagai pengemudi angkutan penumpang Banjarmasin – Batulicin PP.
“Dulu, sebelum jalan ini diperbaiki, dari Batulicin menuju Banjarmasin bisa memakan waktu hingga 7 jam perjalanan. Tetapi sekarang bisa ditempuh cukup dengan 5 jam saja,” ujar Fadli.
Wacana Non Ilmiah
      Non Ilmiah (Fiksi) adalah satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
Contoh penggunaan bahasa dalam tataran non-ilmiah
AKU
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi